Home » KEHAMILAN , KELAINAN KEHAMILAN » Disfungsi Simfisis Pubis (SPD=Symhysis Pubis Dysfunction)

Disfungsi Simfisis Pubis (SPD=Symhysis Pubis Dysfunction)

Kali ini Blog Gado Gado akan menampilkan artikel berjudul Disfungsi Simfisis Pubis (SPD=Symhysis Pubis Dysfunction). Dengan artikel Disfungsi Simfisis Pubis (SPD=Symhysis Pubis Dysfunction) ini kami berharap dapat menjadi sebuah rujukan dan bahan penambah wawasan kita terkait dengan judul tersebut. Artikel ini adalah hasil pencarian di google dengan kata kunci Disfungsi Simfisis Pubis (SPD=Symhysis Pubis Dysfunction) kemudian saya kumpulkan dan saya sajikan buat anda di Blog Gado Gado ini. Semoga kehadiran artikel ini bermanfaat bagi kita semua.anda juga dapat melihat artikel sebelumnya atau artikel berikutnya. Ok, langsung saja berikut adalah artikel Disfungsi Simfisis Pubis (SPD=Symhysis Pubis Dysfunction) selengkapnya:

Simfisis Pubis Disfungsi adalah nyeri panggul yang kuat sehingga penderita jadi susah untuk berjalan naik tangga, serta gerakan-gerakan lainnya yang mempergunakan tulang-tulang panggul. Simfisis pubis (KLIK TUK LIHAT) adalah pertemuan antara tulang pinggul kiri dan kanan di bagian depan tubuh tepat di atas kemaluan (pubis). 
Angka kejadiannya sekitar 35%. Nyeri ini terjadi akibat terpisahnya (separasi) simfisis pubis.  Area di simfisis pubis sebetulnya terdiri dari tulang rawan. Selama kehamilan hormon seperti relaxin melembutkan tulang rawan ini supaya rongga panggul menjadi lebih fleksibel buat persalinan. Pada beberapa wanita terjadi peregangan yang berlebih, sehingga daerah ini menjadi nyeri.

Pada sebagian wanita, nyeri ini sudah mulai dirasakan di awal-awal kehamilan sementara yang lainnya mengalaminya saat bersalin atau bahkan setelah persalinan (masa nifas).  Yang pernah mengalami di kehamilan sebelumnya tidak harus selalu muncul di kehamilan berikutnya.

Nyeri SPD bisa dirasakan saat di sentuh di bagian depan panggul. Nyeri juga bisa dirasakan pada perut bagian bawah, pinggul, paha dalam dan ari-ari. Nyeri semakin terasa jika dibawa berjalan, menaiki tangga, mengangkat kaki atau gerakan-gerakan lain yang mempergunakan panggul. Kadang terdengar juga bunyi clicking.

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan berupa USG jika masih dalam kondisi hamil. Rontgen dan x-ray panggul / scanning MRI.

Pengobatan bisa diberikan penghilang rasa sakit (analgetik) serta di lakukan fisioterapi. Oleh fisoterapis bisa dilakukan terapi dengan alat TENS (Transutaneous Electronic Nerve Stimulation) guna menghilangkan sakitnya. Tali pinggang pendukung (support belts) juga dapat di pakai. Pengobatan tambahan lainnya juga bisa dilakukan jika memang ada seperti : akupunktur, pijat refleksi, aromaterapi, herbal dan lain lain. Yang semuanya bertujuan meminimalisir nyeri. SPD tidak bisa di cegah. Kondisi ini akan membaik setelah persalinan. Selama hamil diusahakan untuk mengurangi/menghindari gerakan panggul. 

Persalinan pervaginam masih bisa dilakukan. Posisi terbaik untuk melahirkan adalah "all-fours" (berlutut dengan tangan) atau posisi menyamping (side-lying). Kaki tidak boleh di buka lebar. Karena posisi ini akan memperburuk nyerinya. Jika nyeri menjadi berat, dapat dilakukan tindakan pembiusan yang sekaligus pembiusan persalinan (anestesi regional)

Nah, sobat Blog Gado Gado.. Anda telah membaca seluruh artikel berjudul Disfungsi Simfisis Pubis (SPD=Symhysis Pubis Dysfunction) dengan keword yang masuk KEHAMILAN , KELAINAN KEHAMILAN . Anda dapat memberikan komentar ditempat yang telah tersedia. Terima kasih kunjungan Anda.

0 komentar:

Poskan Komentar